Tombak Kembar, Pembudayaan Kegemaran Membaca di DKI Jakarta - strategi.id
Nusantara

Tombak Kembar, Pembudayaan Kegemaran Membaca di DKI Jakarta

Strategi.id - Tombak Kembar Pembudayaan Kegemaran Membaca di DKI Jakarta

Strategi,id – Saat ini di DKI Jakarta memiliki dua produk kebijakan terbaru sektor literasi. Yakni Perda No.2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dan Pergub DKI Jakarta No.76 Tahun 2018 tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca.

Perda No.2/2017 ditetapkan oleh Gubernur Djarot Saeful Hidayat pada 10 Oktober 2017, tepatnya di jelang akhir masa kekuasaannya. Sementara Pergub No.76/2018, yang mengacu Perda No.2/2017, ditetapkan oleh Gubernur Anies Baswedan, dan diundangkan pada 3 Agustus 2018 lalu.

“Meskipun dibuat oleh dua rezim berbeda, namun pada prinsipnya kedua produk kebijakan itu memiliki spirit yang sama dalam rangka mendorong pembudayaan kegemaran membaca”. Demikian disimpulkan Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN) Nanang Djamaludin saat menjadi narasumber acara Pembinaan Pengelola Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Berbasis Masyarakat, di Aula Lt. 4 Gedung B Dispusif DKI Jakarta, Rabu (03/10/18).

Di hadapan ratusan pegiat literasi dan pengelola dan pustakawan sekolah, RPTRA, dan TBM se-Jakarta, Nanang mengungkapkan, dengan terbitnya Pergub No.76/2018 telah menempatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta dalam posisi strategis. Yakni sebagai perangkat daerah yang didorong gubernur untuk berperan penting menggenjot peningkatan kualitas SDM masyarakat Jakarta lewat kegiatan-kegiatan literasi. Dan peran itu harus dimainkan bersama secara koordinatif dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

“Saya melihat konstruksi dan spirit Pergub No.76/2018 yang terbit beberapa waktu lalu itu meletakkan Dispusip DKI Jakarta menjadi ujung tombak kembar bersama Disdik DKI Jakarta dalam upaya meningkatkan SDM masyarakat Jakarta lewat pembudayaan kegemaran membaca,” cetusnya.

Ada empat jenis kegiatan dalam pembudayaan kegemaran membaca sebagai bagian elementer aktivitas literasi yang diamanatkan oleh Pergub No.76/2018. Yakni sosialisasi, promosi, kompetisi, dan apresiasi. Dan setidaknya tiga sektor yang disasar kegiatan-kegiatan tersebut, yakni sektor keluarga, sekolah, dan masyarakat umum.

“Terbitnya Pergub ini saya rasa perlu disambut optimis para penggiat dan komunitas literasi di DKI Jakarta. Rasanya ini merupakan pergub pertama dan satu-satunya di Indonesia yang secara benderang menunjukkan spirit dukungannya dalam mendorong ke arah penciptaan masyarakat Jakarta yang literat,” kata Nanang yang berprofesi sebagai konsultan keayahbundaan dan perlindungan anak tersebut.

Jajaran Dispusip DKI Jakarta harus mengambil peran strategis sebagai tombak kembar peningkatan SDM Masyarakat Jakarta, yang tercipta dari terbitnya Pergub itu, lewat penciptaan program-program literasi yang membumi disertai kinerja yang sebaik-baiknya. Sehingga perlahan tapi pasti bisa benar-benar menghela masyarakat Jakarta secara signifikan ke arah Budaya literasi yang tangguh.

Sementara dengan terbitnya Pergub ini. Para penggiat dan komunitas literasi di Jakarta diharapkan agar bisa terangsang lebih kreatif lagi mengeksekusi kerja-kerja literasi di basis-basis masyarakat dengan menggandeng mitra-mitra swasta, BUMD maupun pemerintahan.

“Apalagi di dalam Perda No.2 Tahun 2017 pasal 38 menyebutkan bahwa masyarakat yang berperan serta dalam penyelenggaraan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca dapat diberikan penghargaan/insentif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam pasal 15 ayat 2 dan 3 Pergub No.76/2018, bentuk kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan swasta diarahkan agar disalurkan dalam bentuk bantuan yang mengandung unsur manfaat dan nilai edukatif dan diprioritaskan untuk membantu penggerak budaya minat baca di masyarakat seperti TBM, Komunitas Literasi, Pojok Baca, Perpustakaan Masyarakat, Rumah Pintar dan Rukun Warga/Rukun Tetangga yang memerlukan bantuan operasional dalam melaksanakan kegiatan pembudayaan kegemaran membaca.

READ, BACALAH, IQRA

Terkait sektor keluarga, sekolah dan masyarakat yang disasar Pergub No.76/2018 dalam aktivitas Pembudayaan Kegemaran Membaca. Nanang memaparkan bahwa dirinya dan para pengurus JARANAN sudah sejak lama merumuskan sebuah formula dasar dan strategi menumbuhkan minat dan Kegemaran Membaca pada Anak.

“JARANAN memiliki konsep yang praktis dan aplikatif dalam menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca pada anak berbasis keluarga, sekolah dan masyarakat. Konsep itu berisikan formula sederhana sekaligus strategi yang kami sebut sebagai READ, BACALAH, IQRA,” kata NAnang dalam obrolan dengan wartawan strategi.id, saat dirinya mengisi acara di Dispusif, Rabu 3/8/2018

Konsep READ, BACALAH, IQRA itu, menurutnya, saat ini menemukan relevansinya pasca terbitnya Pergub No.76/2018. Untuk diterapkan secara meluas di masyarakat sebagai alat bagi upaya menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca. Khususnya anak, dengan menggandeng pelbagai kalangan, termasuk pengelola perpustakaan sekolah, RPTRA, perpustakaan masyarakat dan TBM.

“Jika konsep itu dianggap baik dan bermanfaat, kami ingin mempersembahkan dan sumbangsihkan konsep READ, BACALAH dan IQRA. Bagi penguatan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat Jakarta. Dan silahkan bagi dispusif maupun disdik untuk mencetak naskah konsep READ BACALAH IQRA dalam bentuk buku.

Dan tentunya akan lebih berdayaguna jika diiringi program-program pelatihan penunjang, pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top