Trump Shutdown Pemerintahan Inilah Pihak Pihak Yang Terancam – strategi.id
Internasional

Trump Shutdown Pemerintahan Inilah Pihak Pihak Yang Terancam

China Amerika

Strategi.id – Pembahasan anggaran Pemerintah Federal Amerika Serikat (AS) yang mengakibatkan shutdown dibuka kembali di parlemen, Ahad (6/1/19). Ketua Parlemen yang baru, Nancy Pelosi, menyatakan kubu Demokrat sebagai pemegang suara mayoritas di parlemen akan meloloskan anggaran paket demi paket.

Pembicaraan akhir pekan lalu ternyata masih terganjal setelah Presiden AS Donald Trump berkeras tidak akan menyetujui anggaran tanpa dana untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Sabtu (5/1/19), ia mencicit di Twitter, “Tidak banyak kemajuan hari ini.”

Trump kemudian mencicit rencananya untuk pergi ke tempat peristirahatan presiden di Camp David, Maryland, Ahad pagi. Ia akan membahas keamanan perbatasan dan topik lain dengan para staf senior yang tidak termasuk dalam tim negosiasi. Sebelumnya, Trump memang mengutus tim pimpinan Wakil Presiden Mike Pence untuk berunding dengan pihak Demokrat.

baca juga: Vietnam Bakal Jadi Lokasi Pertemuan Kim Jong-un dan Trump?

Pada Sabtu, shutdown memasuki hari ke-15. Menurut the Guardian, Trump mengancam shutdown bisa berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, jika ia tak kunjung diberi dana pembangunan tembok perbatasan.

Posisi yang buntu ini diakui kubu Demokrat. Menurut mereka, Gedung Putih juga bergeming dan mempertahankan tuntutan mereka untuk mendapatkan anggaran sekaligus dana membangun tembok perbatasan senilai 6 miliar dolar AS.

Pertemuan tim pimpinan Pence dan kubu Demokrat berlangsung dua jam. Penjabat sementara kepala staf kepresidenan, Mick Mulvaney, menyatakan, dalam wawancara CNN bahwa kubu Demokrat “keras kepala”.

Sebaliknya, sejumlah sumber di Demokrat menyatakan, tuntutan Gedung Putih juga “tidak bisa diganggu gugat”. Kini Demokrat meminta perincian pembangunan tembok. Permintaan ini telah disanggupi Gedung Putih.

Dengan kebuntuan ini, Pelosi menyatakan, kubu Demokrat di parlemen akan meloloskan anggaran dalam bentuk beberapa paket. “Sementara, Presiden Trump mengancam untuk tetap membuat pemerintah mengalami shutdown selama ‘bertahun-tahun’, Demokrat mengambil tindakan cepat untuk menjalankan kembali pemerintahan sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan rakyat Amerika, melindungi perbatasan kita sekaligus menghormati para pegawai,” ujar Pelosi.

Shutdown merupakan penghentian sementara kegiatan operasional Pemerintah Federal Amerika Serikat. Hal ini terjadi karena tidak adanya kata sepakat antara Pemerintah Federal dan Parlemen Amerika terkait anggaran negara untuk program-program tertentu.

Dalam kasus di era Trump ini menyangkut program pembangunan pagar pembatas antara Amerika dan Meksiko. Sejak masa kampanye Trump sudah menggembar-gemborkan perlunya pagar pembatas dengan Meksiko untuk melindungi kepentingan rakyat Amerika.

Sesuai konstitusi Amerika, shutdown berlaku untuk sejumlah kementerian dan lembaga negara lainnya seperti Kementerian Pertanian, Perdagangan, Keamanan, Hukum, Transportasi, hingga Kementerian Dalam Negeri. Ada sekitar 800 ribuan staf dan pegawai yang dipaksa cuti tanpa mendapat gaji. Jika pun masih ada yang mendapat gaji, itu pun belum tentu dibayarkan sesuai waktunya.

Pada masa Presiden Barack Obama, shutdown sempat terjadi selama 16 hari dengan mencutikan 850 ribu pegawai dari berbagai kementerian dan lembaga negara. shutdown saat ini belum diketahui berlangsung hingga kapan.

Terancam

Mulai dari bandara sampai taman nasional di AS mulai merasakan dampak shutdown. Badan pemerintah federal yang menjamin keamanan bandara-bandara di AS mengakui adanya peningkatan jumlah karyawan yang berhenti bekerja selama shutdown.

Baca Juga: Perang Dagang AS Dan China Akan Segera Berakhir

Lembaga Keamanan Transportasi (TSA) berharap pegawai-pegawainya tetap bekerja meski tanpa dibayar. Alasannya, pekerjaan mereka sangat penting dalam menjaga dan memperlancar penerbangan di AS.

Dalam pernyataan mereka, TSA mengatakan, jumlah karyawan yang menyerukan untuk berhenti bekerja sementara selama musim liburan terus meningkat. Sejauh ini seruan itu belum terlalu terdampak karena masih ada 51.739 pegawai yang terus bekerja demi mengawasi jalannya penerbangan-penerbangan di AS. Dampak seruan untuk berhenti bekerja sementara ini masih sesuai dengan standar TSA.

“TSA mengawasi situasi ini dengan ketat, efektivitas keamanan tidak dapat dikompromi,” kata pernyataan TSA tersebut.

Tidak hanya bandara beberapa tempat yang dikelola oleh pemerintahan AS juga mulai terdampak shutdown. Kini lembaga swadaya masyarakat (LSM), sektor bisnis, dan pemerintahan negara bagian di seluruh AS mengerahkan dana dan sukarelawan agar taman-taman nasional di AS tetap dibuka, bersih, dan aman untuk dikunjungi.

Namun, langkah-langkah pencegahan tersebut tidak dapat membuat beberapa taman nasional tetap dibuka. Di beberapa taman nasional terjadi penimbunan sampah. Beberapa kelompok sukarelawan mengatakan, dana mereka hampir hampis jika Trump dan partai Demokrat masih belum bisa sepakat sehingga shutdown masih terus dilanjutkan.

“Taman nasional pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan sekadar perawatan tambalan,” kata CEO the Trust for Public Lands, Diane Regas, dalam suratnya ke Trump.

Beberapa LSM mendonasikan uang lebih dari 50 ribu dolar AS agar 15 penjaga Taman Nasional Great Smoky Mountains di Tennessee dan North Carolina tetap bekerja. Di Taman Nasional Joshua Tree di Selatan California para sukarelawan mengangkut sampah, membersihkan kamar mandi, dan melengkapinya dengan tisu toilet.

“Kami menyebut mereka ‘Malaikat Tisu Toilet’,” kata Eksekutif Direktur Friends of Joshua Tree.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top