Tuntut Kampus Lebih Demokratis SMI Geruduk Kemenristekdikti – strategi.id
Nusantara

Tuntut Kampus Lebih Demokratis SMI Geruduk Kemenristekdikti

Strategi.id – Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) berunjukrasa di Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (10/12/18). Demonstrasi itu diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi.

Sekjend SMI Sulton Umar memaparkan, pelanggaran HAM khususnya sektor pendidikan bukan hanya persoalan kekerasan fisik oleh aparat militer. Persoalan pendidikan, juga bukan hanya soal pembangunan infrastruktur pendidikan dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan.

baca juga: Gusar Dengan Situasi Negara SMI Lakukan Mobilisasi Nasional

Hari ini, sistem pendidikan tak lebih sekedar instrumen yang memproduksi ketimpangan sosial. Sasarannya bukanlah untuk memperbaiki standar hidup manusia, melainkan untuk meningkatkan efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan-perusahaan, tanpa peduli dengan kerusakan ekologis dan manusiawinya.

Kapitalisasi pendidikan telah mengkomodifikasi tak hanya pada pelepasan tanggung jawab Negara, namun melalui pemberlakuan hak kekayaan intelektual, mendesain kurikulum pendidikan agar sesuai dengan kepentingan bisnis, memperpendek waktu kuliah yang diikuti kenaikan biaya pendidikan, hingga membuat skema “kontrol politik kampus” melalui regulasi NKK/BKK gaya baru, misalnya PP 55/2018.

Praktik kapitalisasi pendidikan ini jelas merupakan masalah besar kita bersama. Pendidikan harus dikembalikan ke tujuannya semula: pembebasan manusia dari kungkungan lingkungannya yang menindas.

Ketua Umum SMI Nunung Lestari menambahkan, momentum Hari HAM yang menjadi momen deklarasi politik Mobilisasi Nasional SMI membawa tuntutan persoalan pendidikan dan seruan membangun persatuan gerakan untuk melawan kebijakan-kebijakan anti rakyat.

Baca Juga: KPR: Pemilu 2019 Saatnya Rakyat Membangun Alat Politiknya Sendiri

Riak perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan anti rakyat seperti upah murah, perampasan lahan rakyat oleh korporasi, drop out mahasiswa sepihak disambut dengan represifitas dari bentuk fisik (pemukulan, penculikan) hingga terwujud dalam kriminalisasi gerakan rakyat. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa bersama gerakan rakyat menegaskan tekad untuk memperkuat persatuan semua sektor kerakyatan, serta terus mengupayakan pembangunan kekuatan alternatif, sebagai senjata untuk merebut kedaulatan ekonomi-politik kembali ke tangan kelas pekerja.

Aksi SMI kali diikuti delegasi dari 21 kota, diantaranya Yogya, Pekalongan, Malang Tangerang, Maluku, Mataram,  Bima, Sumbawa, Makasar,  Luwuk, Lampung dan Medan. Aksi SMI juga turut dihadiri Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR) dan beberapa federasi buruh, organisasi pemuda serta organisasi masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top