Ungkap Modus Adu Domba KPK-Polri Pembuat Surat Palsu Panggilan Tito – strategi.id
Nusantara

Ungkap Modus Adu Domba KPK-Polri Pembuat Surat Palsu Panggilan Tito

Status Penahanan Ratna Sarumpaet Diputuskan Jumat Pukul 22.00 WIB
Strategi.id - Ungkap Modus Adu Domba KPK-Polri Pembuat Surat Palsu Panggilan Tito

Strategi.id – KPK-Polri ungkap modus adu domba pembuat surat palsu panggilan Jenderal Tito Karnavian. Dalam surat yang beredar di banyak media sosial perihal berita pemanggilan KPK kepada tersangka sehubungan dengan tindak pidana korupsi suap dari petinggi CV.Sumber Laut Perkasa pada saat menduduki Kepala kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

Beredar surat pemanggilan palsu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Polri pun mengambil sikap dan mengejar pelaku pembuat surat palsu tersebut.

“Dir Cyber Polri akan mencari pembuat surat dan penyebar,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/18).

Menurut Setyo, pihaknya sudah mengonfirmasi ke KPK bahwa surat tersebut hoaks. “Sudah ada pernyataan dari KPK, surat itu kan ada kode-kode tersendiri,” jelas dia.

Selain pernyataan langsung KPK, isi dari surat tersebut pun memang sudah janggal. Unsur tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

“Tanggal pembuatan (ditulis pulpen),” Setyo menandaskan.

Surat panggilan itu memiliki nomor surat Spgl/5511/Dik.01.00/40/10/2018 dan ditandatangani Direktur Penyidikan KPK atas nama Panca Putra S tanggal 29 Oktober 2018. Lengkap dengan stempel KPK.

Perihal surat yang beredar di masyarakat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan bahwa surat panggilan untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah palsu atau hoaks. Surat tersebut dipastikan tak pernah dikeluarkan oleh KPK.

“Itu surat palsu (hoaks),” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (26/10/18).

Agus Rahardjo menyatakan pihaknya akan menelusuri asal muasal surat tersebut. Dia menilai surat panggilan palsu tersebut bisa membenturkan dua institusi, KPK dan Polri seperti yang dilansir Liputan6.com.

“KPK dan Polri akan bekerja sama ungkap surat palsu yang adu domba aparat penegak hukum‎,” tambah Agus Rahardjo.

Lebih lanjut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan surat itu tidak benar dikeluarkan oleh KPK. Menurut dia, penomoran hingga stempel yang digunakan salah.

“Penomorannya keliru, tanda tangan dan stempel juga salah dan KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” ungkap Febri saat dikonfirmasi secara terpisah.

Surat panggilan itu beredar dengan logo KPK di bagian kiri atas. Namun Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memastikan penomoran hingga stempel yang digunakan salah.

“KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” ujar Febri.

Surat panggilan palsu itu menyebut Tito dipanggil pada Jumat, 2 November 2018, untuk diperiksa sebagai tersangka. Di bagian bawah kanan surat terdapat hari dan tanggal dikeluarkannya surat, yakni 29 Oktober 2018. Ada stempel berwarna biru dan tanda tangan di bawah tanggal surat yang dikutip Detik.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top