Update Selasa (2/10/18) data BNPB Korban Sudah Mencapai 1.374 orang – strategi.id
Nusantara

Update Selasa (2/10/18) data BNPB Korban Sudah Mencapai 1.374 orang

Strategi.id- Update data BNPB menunjukkan, korban tewas sudah mencapai setidaknya 1.374 orang, termasuk 34 pelajar yang ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10/18).

Jumlah korban tewas terus meningkat, dan kini mencapai 1.374, dalam data yang tercatat BNPB hingga Selasa (2/10/18) pukul 13:00.

Jumlah pengungsi sebesar 61.867 yang tersebar di 109 titik pengungsian. Sedangkan rumah yang rusak akibat gempa dan tsunami adalah 65.755 unit rumah.

“Adapun yang hilang 113 orang, dan masih ada beberapa jenazah yang masih tertimbun, dan kita masih belum tahu berapa jumlahnya,” ungkap Willem.

Menurut Willem, saat ini BNPB masih berfokus pada upaya pencarian dan penyelamatan.

“Kita mengarahkan SDM mulai Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan yang mengoperasikan alat berat adalah dari PUPR: semua kita kerahkan, untuk evakuasi,” jelasnya

Para korban, menurut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Namun kita memilah korban berdasarkan kabupaten, sulit. Karena tim SAR gabungan ketika mendapat jenazah, langsung dibawa ke rumah sakit. Dan rumah sakit ada di Palu,” kata Sutopo, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/10/18) siang.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, perumahan di Balaroa ambles akibat proses liquifaksi yang dipicu gempa. Diperkirakan sekitar 1.747 rumah tertimbun akibat peristiwa itu.

“Mekanismenya adalah saat gempa terjadi penurunan dan kenaikan. Saat turun tanah ambles 5 meter. Ada juga jalan yang naik setinggi rumah,” papar Sutopo, Senin (1/1/10/18).

Diperkirakan, jumlah korban yang tertimbun di dalam Perumnas Balaroa ini, lebih dari 500 orang.

Di antara para korban meninggal dunia terdapat 34 pelajar yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10/18).

Saat ini, sejumlah relawan masih berupaya mengevakuasi ke-34 jenazah tersebut.

“Kondisi lumpur di daerah itu begitu parah. Kami harus berjalan sekitar 1,5 jam untuk mencapai (area longsor) sehingga upayanya amat sulit,” kata Ridwan Sobri.

Dia menambahkan, identitas dan usia para pelajar belum dapat dikonfirmasi.

PMI, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP , semula mendapat laporan bahwa ada 86 pelajar yang hilang saat mengikuti acara pendalaman Alkitab di Gereja Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Belum jelas, apakah 34 jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja merupakan bagian dari 86 pelajar yang dilaporkan hilang.

Kecamatan Sigi Biromaru berjarak sekitar 20 kilometer sebelah selatan Kota Palu. Jika kondisi jalan normal, kecamatan tersebut dapat dijangkau menggunakan kendaraan bermotor dari Kota Palu kurang dari satu jam.

Akan tetapi, gempa-tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya menyebabkan sejumlah jalan rusak dan tidak bisa diakses. Pasokan listrik terhenti dan jaringan telekomunikasi lumpuh.

Jumlah korban sangat mungkin bertambah lantaran banyak yang belum bisa dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Data dari daerah lainnya, seperti Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum diproleh secara lancar kendati sudah mulai bisa dijangkau, lantaran kerusakan infrastruktur

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top