UU Ciptakerja dan Perspektif Pembangunan Berkelanjutan – strategi.id
Dialektika

UU Ciptakerja dan Perspektif Pembangunan Berkelanjutan

Strategi.id - UU Ciptakerja dan Perspektif Pembangunan Berkelanjutan

Strategi.id – Kontradiksi dan polemik seputar UU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi pembicaraan yang hangat di masyarakat saat ini.Lalu Bagaimanakah posisi UU Cipta Kerja dengan perspektif pembangunan berkelanjutan.

Pentingnya poros kepentingan yang wajib dijaga oleh state adalah keseimbangan Tripledeck : bisnis (pengusaha, perusahaan), lingkungan hidup & masyarakat (termasuk buruh).

Baca Juga :Tafsir Membaca UU Cipta Kerja

Kecenderungan defensif dan egosektor pada salah satu pihak/bagian, akan menghambat dan mengganggu keseimbangan tripledeck tadi.

Semisal saja, bila gerakan buruh terlalu kuat, maka pengusaha akan pergi/bangkrut, ujung- ujungnya ekonomi mandek.

Sebaliknya bila pengusaha terlalu kuat, maka buruh, rakyat dan lingkungan akan menderita, dan akhirnya terpuruk.

Lantas, bila Lingkungan terlalu konservasionistik, maka pengusaha juga akan pindah/lifting ke tempat/negara lain.

Baca juga :Kemenkeu Buru-buru Minta Turunan UU Dirampungkan Padahal UU Cipta Kerja Masih Banyak Penolakan

Karena itu, Peran negara dan pemerintah untuk menjaga poros keseimbangan tripledeck tadi adalah kata kunci.

Pemerintah harus Berpihak pada skema Hulu-Hilir seperti dijelaskan diatas, bahwa Sila keadilan sosial sebagai hulu dan indeks kebahagiaan berbasis kesejahteraan sebagai hilir.

Itu harga mati, bila UU Cipta Kerja ingin dikategorikan sebagai bagian dari upaya implementasi nilai- nilai Pancasila.

Kritik yang lunak sampai yang keras, pada dasarnya harus mendorong negara untuk terus-menerus memperbaiki metode komunikasi publiknya.

Suara suara kritis harus direspon sebagai bentuk dinamika politik yang wajar, sepanjang tidak anarkis.

Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, ditegaskan bahwa mencapai indeks kebahagiaan (well-being) berbasis kesejahteraan (prosperity) menuntut keseimbangan penerapan Trilogi pembangunan berkelanjutan, yaitu: ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top