Wakil Kepala BPIP Hadiri Seminar Daring PA GMNI – strategi.id
Nusantara

Wakil Kepala BPIP Hadiri Seminar Daring PA GMNI

Strategi.id - Wakil Kepala BPIP Hadiri Seminar Daring PA GMNI

Strategi.id – Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Hariyono menghadiri secara daring seminar Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan tema “Posisi Alumni GMNI dalam Menghadapi Tantangan Ideologi Pancasila di Tengah Ancaman Ideologi Transnasional.” pada Sabtu (29/08/20).

Seminar ini merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PA GmnI Nasional 2020. Seminar dihadiri oleh Mantan Ketua PA GMNI, Ketua PA GMNI, pengurus pusat dan daerah PA GMNI, serta Alumni GMNI di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Prof. Hariyono yang hadir sebagai narasumber membuka paparan dengan menjelaskan secara singkat sejarah dan bentuk tangan dalam mengaungkan Salam Pancasila.

“salam Pancasila yang di adopsi dari salam merdeka, posisi tangan bukan mengepal, bukan juga jari-jari melebar seperti melambai, tetapi jari-jari rapat dan tangan tegak lurus (dengan telapak tangan di samping kuping),” jelasnya.

Lebih lanjut, Guru Besar Universitas Negeri Malang itu juga menjelaskan makna filosofis dari Salam Pancasila yang bermakna menjaga dan mengimplementasikan Pancasila merupakan tanggung jawab kita bersama seluruh warga dan rakyat Bangsa Indonesia.

Sebagai profesor dalam bidang sejarah, Prof. Hariyono mengambil tema “Belajar dari Masa Lampau Untuk Melampaui Masa Lampau,”. Menurutnya “ini (tema yang diangkatnya) penting untuk kita, supaya kita tidak terbelengu oleh sejarah. Sejarah itu penting, sebagai pijakan. Tetapi jangan terbelenggu oleh sejarah.”

Menurutnya, perlu dilihat mengapa Bung Karno mengusulkan Pancasila, karena pada saat itu Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) minta dasar negara. Mari kita memosiskan Pancasila sebagai dasar negara.

Terkait dengan tema besar dalam seminar tersebut, Prof. Hariyono mengatakan “tidak perlu terlalu reaktif (terhadap ideo, Pancasila dirumuskan Bung Karno, untuk mengantisipasi gerakan-gerakan transnasional itu.”

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, Pancasila jangan sekadar menjadi filter, lebih dari itu menjadi roh hukum. Pancasila yang menjiwai penyelengara negara, sehingga dalam merumuskan kebijakan sesuai dengan Pancasila.

Selain itu, Prof. Hariyono mengutarakan apa yang telah dan tengah dikerjakan di BPIP. Menurutnya, BPIP tengah dan telah menghasilkan narasi-narasi Pancasila yang lebih bersifat progresif. Narasi-narasi Pancasila ini lah yang diperlukan untuk publik.

“Pancasila tidak hanya sebagai mithos, ethos, tapi juga menjadi logos. Kapitalisme berkembang pesat karena muncul dalam teori-teori kapitalsme. Akibatnya tanpa menyebut kapitalisme, kita tergiring menggunakan teori-teori kapitalisme.” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top