Walikota Tegal Ajak Wilayah Lain Melakukan Isolasi Wilayah Cegah Covid -19 - strategi.id
Nusantara

Walikota Tegal Ajak Wilayah Lain Melakukan Isolasi Wilayah Cegah Covid -19

Strategi.id - Walikota Tegal Ajak Wilayah Lain Melakukan Isolasi Wilayah Cegah Covid -19

Strategi.id – Rencana Isolasi Wilayah Kota Tegal atau istilahnya Karantina Wilayah (Local Lockdown) akan segera diberlakukan mulai Senin, 30 Maret 2020.

Dalam wawancanya dengan salah satu televisi swasta Walikota Tegal Dedy Yon Supriyanto menjelaskan persiapan persiapannya.

Beton beton penahan masuk kendaraan lalu lalang dari atau keluar kota tmTegal sudah berdatangan.

Ada yang beratnya 6 Kuintal dan ada yang 2 ton hal ini disiapkan agar beton pembatas tidak dipindah pindahkan oleh masyarakat.

Untuk tahap pertama, yang didatangkan adalah beton berbobot 6 kiintal. Kebutuhan seluruh beton jenis ini sebanyak 160 buah. Sedangkan MCB Beton yang berbobot 2 ton, akan datang menyusul hari berikutnya.

Dedy Yon dalam wawancaranya Minggu (29/03/20) mengajak daerah daerah lain untuk ikut menjalankan apa yang sedang dilakukan Kota Tegal dengan mengisolasi wilayah penyebaran Covid -19.

Dengan berlakunya masa isolasi wilayah, maka akan ada pembatasan masuk wilayah Kota Tegal.

Persiapan Isolasi Wilayah Kota Tegal

Sedikitnya 49 akses jalan masuk Kota Tegal ditutup dengan menggunakan beton mulai Minggu (29/03/20).

Hanya satu jalan yang dijadikan akses keluar masuk wilayah Kota Tegal, yakni di Jalan Proklamasi atau di depan kantor Dinas Kesehatan.

Di lokasi ini akan ditempatkan 50 petugas pemeriksa untuk melayani setiap orang yang akan masuk kota. Pos pemeriksaan ini juga dilengkapi empat unit kamera CCTV untuk mengidentifikasi para pendatang.

Dedy menjelaskan, orang yang akan masuk Kota Tegal harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat.

Selain memeriksa suhu badan, para pendatang akan mendapat berbagai pertanyaan. Dari mulai keperluan sampai lokasi yang menjadi tempat tujuan mereka.

“Setiap yang mau melintas di pos pemeriksaan wajib cek suhu badan dan keperluannya. Jika memang tidak mendesak, maka tidak akan diperbolehkan masuk,” ujar Dedy.

Sementara, bagi pendatang yang kedapatan mengalami demam, akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut, termasuk karantina.

Para pendatang, kata Dedy, juga wajib menunjukkan kartu identitas.

“Yang pakai helm wajib dibuka. Pintu mobil juga harus dibuka agar wajahnya terlihat jelas. Kartu identitas diperlihatkan melalui CCTV supaya bisa dicatat.

Ini untuk mempermudah tracking bila terjadi penularan virus,” jelas Dedy Yon

Selain di Jalan Proklamasi, ada dua pintu masuk lain yang akan dijaga. Masing-masing Stasiun Kota Tegal dan terminal bus.

Menurut Dedy, di dua lokasi ini, pihaknya akan menempatkan petugas pemeriksa untuk screening para pendatang.

“Kalau terminal bus itu tidak masalah karena berada di luar kawasan kota. Kita akan fokus pada pemeriksaan para penumpang kereta api yang turun di Tegal,” jelas Dedy.

Di akhir wawancara, Dedy mengatakan, blokade jalan yang menuju kawasan alun-alun dan beberapa tempat lain akan dibuka kembali.

Sehingga warga Kota Tegal bisa tetap beraktivitas.
“Tentunya ada pembatasan. Kalau tidak perlu dan mendesak harus tetap di dalam rumah.

Pedagang boleh tetap berjualan tapi syaratnya tidak boleh menyediakan tempat duduk.

Pembeli tidak boleh makan di warung, tapi harus dibawa pulang,” pungkasnya

Penutupan Kota Tegal sendiri akan dimylai 30 Maret 2020 sampai dengan 30 Juli 2020 dengan masa evaluasi per bulannya melihat keefejtifan program ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top