Waspadai Pelonggaran PSBB – strategi.id
Nusantara

Waspadai Pelonggaran PSBB

Strategi.id - Waspadai Pelonggaran PSBB

Strategi.id – Wacana pelonggaran sudah membawa dampak PSBB semakin tidak disiplin dan mengarah kepada ketidaktaatan dalam kebijakan dan peraturan pemerintah di tengah Pandemi covid-19 (virus corona).

Menurut Pendiri dan Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini, sebabnya tidak lain adalah komunikasi yang kurang baik bahkan kacau dari pejabat pemerintah mulai dari awal penghindaran dan menolak  (“denieal”) terhadap Covid.

Komunikasi yang menjadi blunder sangat banyak sekali, diantaranya “cukup makan nasi kucing dari menteri, minum saja susu kuda liar dari wapresd, dan kebingungan memahami larangan mudik dan pulang kampung “oke” dari Presiden sendiri.

“Potensi kegagalan suatu kebijakan publik sudah terjadi di awal ketika komunikasi seperti ini bukan hanya tidak baik atau buruk tetapi bahkan salah kaprah sehingga kebijakan tidak efektif.  Hasil dari kebijakan tersebut terlihat pada saat ini dimana terjadi kebingungan publik di tengah simpang siur kebijakan yang tidak konsisten,” kata Prof Didik dalam rilis media, Selasa (19/05/20).

Prof Didik menjelaskan hasil dari kebijakan tersebut terlihat pada saat ini dimana terjadi kebingungan publik di tengah simpang siur kebijakan yang tidak konsisten.

Dia juga memaparkan “Presiden harus berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap pelonggaran dan wacana pelonggaran yang sudah salah kaprah dan ditanggapi terserah saja oleh publik dan masyarakat luas. Mengingat Indonesia pernah mengalami pandemi yang berat satu abad lalu saat pandemi Influenza sudah pernah terjadi dan memakan korban yang sangat besar sampai kisaran 20 persen dari penduduk meninggal dunia, karena di masa lalu sarana kesehatan kurang”.

Menurutnya, jika presiden dan jajaran pemerintahannya tidak berhati-hati, maka kejadian pandemi ini bukan tidak mungkin memakan korban lebih banyak lagi dari yang sekarang sudah berkembang lebih berat dengan kurva yang terus meningkat.  Kebijakan PSBB sudah sejak awal sangat setengah hati dan hasilnya sangat jauh dari sukses. Data hasil PSBB dan kebijakan pandemi Covid-19 di Indonesia paling tidak sukses atau bahkan buruk dibandingkan dengan tingkat kesuksesan negara-negara tetangga di ASEAN.

Namun, dengan melihat fakta yang ada dan kurva yang masih terus meningkat, maka atas dasar apa wacana dan rencana pelonggaran akan dilakukan?  Baru wacana saja sudah semakin tidak tertib dan PSBB dilanggar secara massal di berbagai kota di Indonesia tanpa bisa diatur secara tertib oleh pemerintah.

Prof Didik menyampaikan, keadaan ini terjadi karena pemerintah menjadi masalah kedua setelah masalah Covid-19 itu sendiri.  Pemerintah tidak menjadin bagian dari solusi, tetapi masuk ke dalam menjadi bagian dari masalah.

“Pelonggaran dan wacana pelonggaran yang tidak berhati-hati tanpa pertimbangan data yang cermat sama dengan masuk ke dalam jurang kebijakan herd immunity.  Yang kuat sukses sehat, yang lemah tewas.  Ini bisa dianggap sebagai kebijakan pemerintah menjerumuskan rakyatnya ke jurang kematian yang besar jumlahnya” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top